Kamis, 15 November 2018

Malam Anugerah Sastra UGM, Menteri Basuki Jadi Drummer

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 16 Maret 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 16 Maret 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, JakartaAnugerah Sastra dan Seni Universitas Gadjah Mada (UGM) digelar malam ini, Jumat, 10 November 2017. Rencananya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono akan bermain drum dan membaca puisi di acara yang diadakan di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri kampus UGM Bulaksumur, Yogyakarta, itu.

    Menteri Basuki selama ini memang dikenal sebagai "anak band" yang kerap bermain drum di sela-sela kesibukannya sebagai menteri.  "Pak Basuki baca puisi, sudah kami siapkan materinya dan kami minta untuk main drum," kata kata Dekan Fakultas Ilmu Budaya Wening Udasmoro, Jumat, 10 November 2017.

    Selain Menteri Basuki dengan puisi dan kemahirannya bermain drum, acara juga diisi dengan orasi budaya oleh sastrawan Prof. Dr. Budi Darma, M.A. Tak ketinggalan pentas “Goro-Goro Diponegoro” oleh kelompok seni Mantradisi, Voice of Citizen, dan Rampoe UGM. Sebetulnya, bintang film Christine Hakim direncanakan akan mengisi acara. Sayang, ia berhalangan hadir. 

    Pada malam ini, para pemenang lomba Sastra dan Seni dalam rangka Anugerah Sastra & Seni UGM ke-4 diumumkan. Ada 2.149 karya sastra dan seni, yang terkategori ke dalam lomba puisi, cerpen, fotografi, film pendek, penulisan meme, dan kritik sastra yang masuk ke meja panitia.

    Wening menyatakan, tema lomba ini adalah Merevitalisasi Ruang-Ruang Perbedaan. Sastra dan seni merupakan aktivitas manusia yang secara historis ditujukan untuk mengasah akal dan budi manusia. Dua hal tersebut menjadi garda depan perjuangan kemanusiaan ketika aspek-aspek lain gagal mendobrak otoritarianisme sebuah rezim. "Di berbagai penjuru dunia, sastra dan seni merupakan salah satu ekspresi yang dipergunakan untuk menggambarkan kesemrawutan tatanan sosial dalam kehidupan," katanya.

    Wening menambahkan, jika dikaitkan dengan konteks kekinian, kesemrawutan tatanan kehidupan sosial terlihat secara nyata dengan hadirnya media dengan kemampuannya mengerahkan opini massa. Kehadiran media memberikan peran penting dalam penyampaian pendapat.

    Pada satu sisi, kata Wening, pendapat-pendapat tersebut memberi kesempatan kepada orang untuk menulis. Namun pada sisi lain, terkadang pendapat yang disampaikan tersebut menjadi suatu persoalan tersendiri jika dalam penyampaiannya meninggalkan aspek-aspek kesantunan dan kecendikiaan. Kuasa media menjadi semakin tidak terkendali ketika ruang virtual terbuka lebar. Kata-kata yang tidak santun seperti hinaan, cacian, hingga sumpah serapah banyak dijumpai dalam berbagai kicauan yang disampaikan. "Bahkan berita-berita palsu yang seolah-olah benar (hoax) seakan telah menjadi bagian dari konsumsi informasi sehari-hari," kata dia.

    Menurut Sudibyo, panitia penyelenggara,  peserta Anugerah Sastra dan Seni ini berasal dari berbagai kalangan. Tidak terbatas dari UGM saja, bahkan ada yang dari luar negeri. Kegiatan ini diselenggarakan dengan maksud sebagai salah satu langkah nyata dalam usaha memberi ruang ekspresi kepada para pelaku sastra dan seni untuk terus berkarya. "Paling banyak karya puisi yang masuk ke panitia. Ada 1.803 puisi," kata dia.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon Hidup Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.