Bulan Madu ke Eropa, Ketua KPI Yuliandre Darwis Kecopetan

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yuliandre Darwis. Youtube.com

    Yuliandre Darwis. Youtube.com

    TEMPO.Co, Jakarta - Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Yuliandre Darwis langsung dihadapi masalah di hari-hari awal pernikahannya. Dia kehilangan dompet saat berbulan madu di Eropa. 

    Andre, panggilan pria 37 tahun itu, menikahi Ratu Rolinda Rahman, 25 tahun, di Padang, 23 September silam. Dua hari kemudian, pasangan itu terbang ke Amsterdam untuk memulai perjalanan mereka keliling Eropa sembilan hari. Di hari ke delapan, saat mobil meninggalkan Venice menuju Roma, Yuliandre menyadari dompetnya raib.

    "Saya tidak mau bilang kecopetan, tapi dompet saya sudah tidak ada," ujarnya saat berkunjung ke kantor Tempo, Kamis, dua pekan lalu. Isinya KTP, SIM, sejumlah kartu kredit dan 500 euro--sekitar Rp 7,8 juta.

    Sekembalinya ke Tanah Air, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Andalas, Padang itu menghabiskan 12 hari untuk mengurus semua dokumen yang hilang, termasuk bolak-balik ke kantor kelurahan Kebon Sirih dan kecamatan Menteng, Jakarta Pusat untuk mengurus kartu tanda penduduk elektronik.

    "Mengurus pakai jalur biasa, seminggu jadi karena data sudah terekam," kata Yuliandre. Namun, hingga pekan lalu, isi dompetnya belum lengkap karena kartu kreditnya belum rampung.

    Yuliandre mengaku kehilangan dompet itu tidak mengganggu bulan madunya. "Kami romantis terus, he-he-he," ujar dia.

    Orang termuda yang memimpin lembaga negara ini berkenalan dengan Rolinda di ajang Uda dan Uni Sumatera Barat, tiga tahun lalu. Yuliandre sebagai juri kehormatan, Rolinda sebagai Uni Sumbar 2013. "Masa perkenalan kami memang relatif singkat," ujar Yuliandre, yang berdarah Minang. "Kebetulan keluarga kami juga sudah saling kenal."

    Hardly Pariela, komisioner KPI, mengatakan ada perubahan pada Yuliandre pasca menikah. Pertama, yang dulu kerap bekerja atau bersosialisasi hingga larut malam, kini selalu pulang sekitar pukul enam sore. Kedua, kini Yuliandre Darwis selalu bawa boks makan siang dari rumah. "Dulu setiap hari nasi bungkus," ujar Hardly, tertawa.

    REZA MAULANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.