Keluar dari JKT48, Akun Medsos Nabilah Dinonaktifkan Manajemen

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota JKT48 (kiri-kanan) Haruka, Nabilah, Melody, Veranda dan Kinal berpose di Teater JKT48, FX, Sudirman, Jakarta (18/1). TEMPO/Nanda HadiyantiHaruka, Nabilah, Melody, Veranda & Kinal.

    Anggota JKT48 (kiri-kanan) Haruka, Nabilah, Melody, Veranda dan Kinal berpose di Teater JKT48, FX, Sudirman, Jakarta (18/1). TEMPO/Nanda HadiyantiHaruka, Nabilah, Melody, Veranda & Kinal.

    Tempo.co, Jakarta-Terhitung 31 Oktober 2017, Nabilah Ratna Ayu Azalia yang tergabung dalam tim  JKT48 resmi mengundurkan diri. Kesehatan menjadi alasan utama pengunduran dirinya dari girlband tersebut.

    Baca: Bikin Kaget, Nabilah Mundur dari JKT48

    Pengumuman ini disampaikan langsung oleh manajemen JKT48 melalui web resminya. Tidak hanya berhenti beraktifitas di JKT48, akun sosial media Nabilah juga sudah dinonaktifkan oleh pihak manajemen.

    Pada akun twitternya @nabilahJKT48, Ia berkicau, “Jangan lupain aku ya, namaku Nabilah aku si cerewet, let’s have fun together!” tulisnya pada 31 Oktober 2017 pukul 10.37 WIB.

    Seiring dengan dihapusnya akun tersebut, lebih kurang 3.5 juta followers Nabilah hilang begitu saja. Namun, selang beberapa jam di hari yang sama, Nabilah muncul dengan akun terbarunya @nblh_ayu.

    Pada akun baru tersebut, Nabilah langsung mengirimkan tweet pertamanya pukul 14.33 WIB. “Bismillah.. hello my new journey,” tulisnya dengan emoji tersenyum bahagia.

    Belum berumur 24 jam, akun tersebut sudah difollow oleh lebih dari 8.000 followers yang merupakan fans setia sang penyanyi.

    Tidak hanya di Twitter, usai mundur dari JKT48 Nabilah juga punya akun baru di Instagram dengan nama pengguna @nblh.ayu. Meski belum memiliki postingan sama sekali, tetapi akun baru Nabilah sudah diikuti oleh sekitar 13.4 ribu penggemar.

    TIKA AZARIA | NN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.