Minggu, 18 Februari 2018

Rekor Nano Riantiarno, Pentas Teater Koma Hanya 3,5 Jam

Reporter:

Dian Yuliastuti

Editor:

Aisha Shaidra

Senin, 30 Oktober 2017 20:11 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rekor Nano Riantiarno, Pentas Teater Koma Hanya 3,5 Jam

    Lakon Sie Jin Kwie di aula kampus Universitas Tarumanegara III, Cilandak. Foto: Image Dynamics

    TEMPO.CO, Jakarta -Bukan rahasia lagi bagi para penggemar teater, khususnya Teater Koma pimpinan Nano Riantiarno. Pentas Teater Koma selalu disajikan dalam durasi yang panjang antara 4-4,5 jam, bahkan pernah 5 jam. Tetapi kali ini, Nano berhasil memotong waktu pentas dalam Sie Jin Kwie –Melawan Siluman Barat. Pentas lakon ini akan berlangsung dalam durasi 3,5 jam. Pementasan akan berlangsung di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, 10-19 November 2017.

    “Kalau  baca naskahnya sih untuk tujuh sampai delapan jam, tapi saya potong, tulis lagi dan akhirnya jadi 3,5 jam .” ujar Nano Riantiarno, sutradara Sie Jin Kwie- Melawan Siluman Barat dalam konferensi pers di Universitas Tarumanegara, Cilandak, Kamis,26 Oktober 2017.

    Nano mengatakan tak mudah untuk menyajikan cerita dengan durasi yang lebih pendek lagi. Dia mendasarkan cerita ini dari novel karya Lokoanchung dan Tiongkengjian dan memperkaya dari komik yang sama.

    Menurut Nano, pentas kali ini seperti memasukkan semua jenis wayang  Indonesia dan ketoprak di waktu lalu. Pentas Sie Jin Kwie kali ini menceritakan menantu Sie Jin Kwie Hwan Li Hoa yang bertempur memimpin pasukan Tang untuk  menggempur pasukan Tartar.  Adegan yang diakui cukup sulit ,kata Nano, adalah adegan Hwan Li Hoa melahirkan di panggung sebanyak dua kali.

    Naskah dan adegan yang panjang dipersingkat dengan hadirnya Wayang Tavip yang akan menjembatani cerita demi cerita. Wayang ini nanti akan dihadirkan dua kali dalam pertunjukkan. “Tidak mungkin hadirkan semua, Wayang Taviplah yang nanti yang meringkasnya. Lumayan untuk potong waktu,”ujar Nano.

    Nano juga menjelaskan mereka yang belum menonton trilogi Sie Jin Kwie sebelumnya tak perlu khawatir kehilangan cerita. Dalam buku program akan diberikan penjelasan pula. Tetapi menurutnya untuk menonton pertunjukan kali ini tak harus mengikuti tiga pentas sebelumnya.

    “Ada cerita baru, tidak apa-apa tidak nonton yang sebelumnya.” Dia mempromosikan  cerita kali ini juga menghadirkan tokoh-tokoh siluman yang aneh-aneh, turun dan berperangnya dewa baik dan jahat.

    Seperti pementasan sebelumnya, lakon Sie Jin Kwie ini juga menghadirkan tata panggung yang megah dan penuh properti. Karena itu dalam latihan pun mereka memilih lokasi  yang bisa menampung semua properti dan dihadirkan  untuk latihan dalam  proporsi 1x1 dan cepat untuk mengganti set sebagai latar adegan. “Penting karena berbagai detail dimasukkan dan disajikan.”

    DIAN YULIASTUTI


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Kekuatan Bom Nuklir Korea Utara versus Amerika dan Rusia

    Sejak 2006 Korea Utara meluncurkan serangkaian tes senjata nuklir yang membuat dunia heboh. Tapi, sebenarnya seberapa kuat bom mereka? Ini faktanya.