Bjork Mengaku Pernah Dilecehkan Seorang Sutradara Film

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi asal Islandia Bjork, menggunakan topeng saat menghibur penggemarnya ketika tampil dalam konser di  Kings Theater, New York, 18 Maret 2015. REUTERS/Mike Segar

    Penyanyi asal Islandia Bjork, menggunakan topeng saat menghibur penggemarnya ketika tampil dalam konser di Kings Theater, New York, 18 Maret 2015. REUTERS/Mike Segar

    TEMPO.CO, Jakarta - Björk mengaku pernah dilecehkan secara seksual oleh seorang sutradara film. Musisi tersebut tidak mengungkap nama orang yang ia maksudkan, tetapi disebutkan bahwa sutradara itu “memiliki puluhan staf yang memungkinkan dan mendorong" perilakunya.

    Pengakuan Björk ini diungkapkan setelah ramainya pemberitaan mengenai produser Amerika Serikat Harvey Weinstein yang dituding melakukan serangkaian pelecehan seksual. Dalam postingan di halaman Facebook-nya, musisi Islandia itu mengatakan dia "menjadi sadar" bahwa "adalah hal yang umum jika seorang sutradara dapat menyentuh dan melecehkan aktrisnya sesuka hati dan institusi film mengizinkannya."

    Björk hanya mengatakan sutradara itu adalah orang Denmark. Sepanjang yang tercatat, satu-satunya filam yang pernah dibintangi musisi itu adalah Dancer In The Dark yang disutradarai Lars Von Tier.

    "Ketika saya menolak sutradara itu berulang kali, dia merajuk dan menghukum saya, dan menyebut (saya) sebagai orang yang sulit," kata Björk.

    Asisten Von Trier berkata kepada Rolling Stone, "Lars membantah tuduhan yang telah dibuat Björk, namun tidak ingin berkomentar lebih jauh."Bjork tampil di karpet merah ajang Oscar 2001 dengan gaun "Angsa" rancangan Marjan Pejoski dari Macedonian. Gaun ini memang bukan yang terbaik, namun tak terlupakan sepanjang sejarah Oscar. REUTERS

    Björk mengatakan dapat meninggalkan insiden tersebut karena dia tidak memiliki ambisi di dunia akting. Namun dia khawatir dengan orang lain yang tidak seperti dirinya.

    Penyanyi yang karirnya telah membentang selama empat dekade itu terinspirasi mengungkapkan hal tersebut dari “para perempuan yang berbicara secara online" tentang kekerasan seksual.

    Dalam kasus yang terpisah dari Weinstein, sejumlah klaim muncul sejak adanya publikasi laporan oleh New York Times tentang sejarah perilaku kasar yang dilakukan produser AS itu selama puluhan tahun.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.