Rabu, 20 Juni 2018

Eagle Awards Documentary Competition 2017 Usung Tema Pendidikan

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta -Festival film dokumenter tahunan Eagle Awards Documentary Competition kembali digelar. Ini Eagle Awards mengambil tema Indonesia Cerdas. Hal tersebut diputuskan setelah melihat kondisi yang banyak terjadi saat ini.

    “Kita melihat persoalan hari ini persoalan yang berbau ras, perselisihan yang sepertinya berakar di persoalan pendidikan,” jelas Head Development Eagle Institute Tedika Puri Amanda di kawasan Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Oktober 2017.

    Teddy mengatakan ia ingin menunjukkan persoalan pendidikan merupakan aspek yang penting untuk memajukan bangsa. Oleh sebab itu ia ingin memotret pendidikan yang terjadi di masing-masing wilayah di Indonesia melalui kacamata dokumenter. “Seperti kearifan lokal, konflik daerah,” jabarnya.

    Teddy menambahkan dalam acara ini juga menunjukkan persoalan pendidikan dari sudut pandang kritis dimana pendidikan bukan hanya konteks bangku sekolah dan gedung. “Tapi lebih dari itu. Pendidikan pemberdayaan masyarakat, pendidikan pengelolaan sumber daya, dan pendidikan cara berfikir masyarakat daerah itu.”

    Itulah mengapa tema soal pendidikan menurutnya penting diangkat.

     Sosiolog Imam B. Prasodjo yang turut hadir malam itu mengutarakan pendapatnya. “Sekali lagi ini menggambarkan di tengah derap progres yang sekarang terjadi di kota-kota,ada yang tertinggal, ” tuturnya usai menonton film dokumenter.

    Ia mengatakan walaupun ada masyarakat yang masih tertinggal tetapi mereka tetap berupaya untuk berjuang dengan segala kemampuan yang mereka punya. “Saya kira film ini mengunggah kita untuk tidak melupakan orang-orang seperti itu yang jumlahnya masih begitu banyak,” kata Imam.

    Imam menambahkan kelima film dokumenter yang ditayangkan memiliki nilai-nilai edukatif serta menunjukkan perjuangan orang-orang terbaik di lingkungannya.

    Menurutnya, setiap masyarakat terbaik di masing-masing wilayah perlu mendapatkan perhatian dari lingkungannya. “Karena orang-orang ini bukan orang yang disuruh atau diprogram,” ujar Imam.

    Menurut Imam untuk pendidikan di Indonesia, ia memiliki keyakinan bahwa dengan memakai cara konvensional yang mengandalkan birokrasi tidak akan memberikan banyak perubahan.

    Cara lebih baik menurut dia adalah lewat mengumpulkan masyarakat terbaik dan diberi fasilitas ke wilayah perbatasan secara bergantian dan melakukan jaringan. “Saya kira Indonesia akan berubah lebih cepat,” tuturnya.

    Imam menambahkan hal tersebut merupakan cara yang efektif daripada jalur-jalur birokrasi yang tidak menghasilkan terobosan karena persyaratan yang rumit.

    Eagle Awards Documentary Competition 2017 mengambil tema ‘Indonesia Cerdas’ yang menunjukkan lima film dari beberapa wilayah di Indonesia.

    Film-film tersebut berjudul ‘Marka’, ‘Andreas, Melawan Realitas’,  ‘Mengeja Belantara’, ‘Mendengar Senyuman’, dan ‘Di atas Genteng’. Dalam kelima film tersebut, Eagle Award menunjukkan kepada penonton keberagaman perspektif dan cara melihat kenyataan yang unik serta konstruktif dunia pendidikan.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Libur Lebaran dengan Helikopter, Siapa Takut?

    Helikopter menjadi sarana transportasi yang efektif menghindari macet. Orang-orang berduit memilih menggunakannya, termasuk di libur Lebaran ini.