Rabu, 21 Februari 2018

Pernah Alami Pelecehan Seksual, Blake Lively Ajak Wanita Bersuara

Reporter:

Terjemahan

Editor:

Aisha Shaidra

Jumat, 13 Oktober 2017 15:44 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pernah Alami Pelecehan Seksual, Blake Lively Ajak Wanita Bersuara

    Aktris Blake Lively berpose saat menghadiri Gala TIME 100, di Frederick P. Rose Hall, Jazz di Lincoln Center, New York, AS, 25 April 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta -Skandal pelecehan seksual produser film Harvey Weinstein mendorong para selebriti wanita untuk menyuarakan kisah pelecehan yang pernah dialaminya. Salah satunya bintang serial Gossip Girl, Blake Lively.

    Istri Ryan Reynolds ini akui pernah dilecehkan oleh seorang penata rias. "Dia mengatakan sesuatu yang tidak pantas, mendesak untuk memakaikan lipstik saya dengan jarinya," ungkap Blake Lively dikutip dari laman People.

    Menurut pengakuan Blake Lively, penata rias tersebut juga merekamnya ketika tidur. "Saya memang berpakaian, tapi hal itu voyeuristic (rasa senang ketika melihat orang lain dalam keadaaan tertekan), hal menakutkan yang dilakukan," imbuhnya.

    Meski telah melaporkan kejadian itu pada produser, tidak ada tindakan yang diambil produser atas pelecehan yang terjadi. Blake Lively pun merangkul pengacara untuk mengatasi insiden ini. Dengan adanya investigasi, penata rias tersebut akhirnya dipindahkan dari proyek yang ditangani. Namun orang tersebut tetap bekerja dalam industri yang sama. "Manager produksi kami menuliskan surat rekomendasi untuknya karena tidak ada yang ingin menimbulkan rasa dendam," sambungnya.

    Walau tidak menjadi korban pelecehan seksual oleh Harvey Weinstein, Blake mendukung para korban pelecehan untuk berani bersuara. Sebelumnya, belasan wanita mengaku jadi korban pelecehan seksual Harvey Weinstein. Di antaranya Gwyneth Paltrow dan Angelina Jolie.

     TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Penilaian Kementerian LHK soal Tiga Bulan Bersih Sampah

    Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan melakukan penilaian kinerja pemerintah dan masyarakat terait program Tiga Bulan Bersih Sampah.