Menuju Industri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Rian Ekky Pradipta, vokalis grup band Massive, lebih memilih konsentrasi bermusik ketimbang menjadi mahasiswa di Universitas Indonesia. Sinar terang dalam bermusik pun pelan-pelan diraih. Sabtu lalu, kelompok band itu menjadi pemenang kompetisi band 9 kota "A Mild Live Wanted Rising Stars 2007" yang digelar di Jakarta Convention Center. Impiannya terwujud bersama keempat personel lain: Dwikky Aditra dan Nurul Damar (gitar), Rayyi Kurnia (bas), serta Wahyu Piaji (drum). Mereka membentuk band pada 2003 dan selalu mencari celah agar bisa memasuki dunia rekaman. Sebelum menang secara nasional, band ini terlebih dulu mengalahkan 366 grup dari wilayah regional Jabodetabek. Massive adalah sekumpulan teman satu kompleks perumahan di Cileduk. "Kami lahir dari festival band," kata Rayyi. Begitu kepingin menembus popularitas dan industri, setiap minggu mereka mengikuti kompetisi band di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Mereka sudah meraih 62 trofi juara pertama dari berbagai festival serta penghargaan dari Menteri Pemuda dan Olahraga. Band ini unggul berkat kedisiplinan latihan seminggu empat kali, mental, dan kesiapan materi lagu. Menurut Khrisna, anggota dewan juri, Massive memiliki penguasaan panggung baik, terutama vokalis yang menjadi frontman. Massive tidak sendiri. Dalam ajang ini, ada band 99 asal Jayapura yang meraih gelar juara favorit setelah menyisihkan 163 band dari regional Indonesia bagian timur. Grup ini beranggotakan Oppy (vokal), Rio dan Ummal (gitar), Nathan (bas), Enzhou (keyboard), serta Uchil (drum). Band itu meraih gelar ini dengan motivasi tinggi dan penuh perjuangan. Mereka harus menggadaikan ijazah sekolah menengah atas milik Enzhou dan manajernya untuk mendapatkan uang guna menyewa alat musik saat latihan. Hadiah regional senilai Rp 10 juta itu dibagi rata dan dibelikan satu gitar akustik. Sebelum tampil Sabtu malam itu, mereka tampak biasa-biasa saja menghadapi kompetisi tersebut. "Serahkan sama Tuhan saja," kata Oppy, vokalis bersuara emas, ketika sesi pembekalan musik klinik dan workshop kepada finalis band, Jumat lalu, di resto dan kafe Backstage, Ancol. Semua yang menjadi finalis di kompetisi yang baru pertama kali diadakan berkat kerja sama A Mild, Musica, dan Deteksi Productions ini punya pengharapan besar. Ini sebagai batu lompatan menuju industri musik Indonesia. Apalagi melihat melihat kesuksesan dan kepopuleran grup musik idola mereka, seperti Ungu, Nidji, Naff, dan Samsons, yang malam itu tampil.Tidak mengherankan, saat penampilan 9 grup itu di Ancol, karakter dan materi lagu, vokal, serta musikalisasi terdengar ada kemiripan dengan sang idola. Gaya Yakup Ferdinan alias Negro, juara II band Beautiful Monday asal Medan, agak mirip dengan vokalis Nidji, Giring. Atau intro lagu karya juara III band Riviera, Hey!!! Kawan..., ada kemiripan dengan lagu karya Kerispatih. "Pengaruh musisi atau band tenar jelas ada. Tapi suatu saat mereka akan menemukan ciri khas masing-masing," kata salah satu dewan juri, Noey, dari Java Jive dan produser Musica Studio. Komentar sama diberikan Khrisna, juri dari Musica. "Ini sebuah seleksi dan pasar industri rekaman yang akan menentukan ke depannya," kata personel grup band Suckerhead ini. Mengutip Abdee dari Slank, "Kompetisi belum berakhir. Ini baru dimulai."Konser "A Mild Live Wanted 2007" merupakan serangkaian pergelaran musik yang dilakukan sejak 17 Februari lalu di 45 kota, 37 kota di antaranya digelar konser babak final tingkat regional dipadukan dengan konser "A Mild Live Rising Stars" yang menampilkan band terkemuka. Semua finalis akan mendapatkan kontrak satu album kompilasi, uang, dan pembuatan klip video. Juara I, misalnya, mendapatkan uang Rp 50 juta, kontrak album grup, mobil tur, pembuatan klip video, dan kontrak tur setahun. l EVIETA FADJAR

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.