Disebut Kaya dari Menipu, Doni Salmanan: Trading Saya Bukan Hanya Binary Option

Reporter

Tempo.co

Rabu, 26 Januari 2022 06:09 WIB

Doni Salmanan, crazy rich Bandung. Foto: Instagram Doni Salmanan.

TEMPO.CO, Jakarta - Crazy rich Bandung, Doni Salmanan membantah tudingan telah menipu banyak orang saat melakukan trading. Ia merasa perlu membuat klarifikasi setelah muncul tudingan yang dilemparkan seorang pria di video TikTok dan viral. Tudingan itu bukan hanya dialamatkan kepadanya tapi juga kepada Indra Kenz, crazy rich Medan.

Doni membuat video yang diunggahnya di Instagram Storynya pada Selasa, 25 Januari 2022. Pada awal video itu, pria yang baru saja menikah itu juga menjelaskan mengapa akun Instagramnya sempat diturunkan hingga memperkuat tudingan lantaran manajemen Instagram menemukan tindakan kejahatannya.

"Akun Instagram saya di-takedown karena efek kuis-kuisan. Setelah kuis itu, dalam satu menit yang melihat story 100 ribu orang, yang me-mention saya ada sekitar 70 ribu orang dan yang membalas story orang itu ada puluhan ribu, dan itu dianggap spam oleh Instagram," katanya. Ia mengaku bersyukur akunnya bisa kembali cepat, dalam waktu satu setengah hari.

Doni merasa menjadi korban fitnah. "Sebenarnya malas untuk klarifikasi karena saya tidak melakukan kesalahan. Tapi karena ada nama Doni Salmanan jadi saya perlu menjelaskan," ujarnya.

Menurut dia, soal trading yang dituduhkan kepadanya, tidak sepenuhnya benar. Ia membantah hanya mengandalkan usaha dari trading. "Dan trading saya tidak hanya binary option, tapi juga forex, saham, dan cryptocurrency," katanya.

Doni Salmanan. (Instagram/@donisalmanan).

Binary option adalah sistem trading dengan mengharuskan orang yang bermain dalam sistem ini menebak angka yang keluar dalam satu menit. Bila tebakannya benar, ia akan mendapatkan keuntungan. Sebaliknya jika salah, maka modal yang sudah disetorkan akan hangus. Konsepnya mirip dengan judi.

Menurut Doni, ia tak perlu mengumumkan jenis tradingnya lantaran takut jadi sasaran empuk penjahat. "Takutnya dicomot sama penipu, di-screenshot, kemudian dibuat senjata untuk menipu-nipu orang," katanya.

Soal tudingan dia adalah affiliator, Doni mengakuinya. Dia mengatakan, semua platform perdagangan offline dan online selalu menggunakan affiliate trading. "Itu taktik marketing. Kalau bisa jual produk itu dapat komisi, misalnya Rp 10 ribu."

Ia menuturkan, cara kerja pembagian hasil affiliate trading yang digunakannya. Ia mengaku menggunakan tata kerja dalam jangka waktu tertentu menarik berapa ribu orang. "Yang registrasi di tempat saya biasanya ada 2.000an orang masuk ke tempat saya dalam jangka waktu enam bulan," katanya. Rata-rata mereka memasukkan deposit Rp 200-300 ribu per orang. Ia biasa mendapatkan lima persen dari omset trading profit dalam satu hari.

Menurut dia, mereka yang trading itu sudah dengan kesadaran setelah mendengar penjelasan dia mengenai pergerakan naik turun angka. "Kalau mau posisi sale silakan. Yang open posisi sale itu tangan kalian sendiri, jadi sudah tahu risikonya."

Doni Salmanan mengatakan, ia tak pernah memaksa orang untuk bergabung dalam trading dengannya. "Bahkan teman-teman yang mau belajar sama saya, pasti saya jelaskan risikonya. Kalau dia mau paksa deposit, saya larang jangan du;u, pelajari dulu tiga bulan."

Ia mengaku tidak menaruh dendam dan benci kepada orang yang sudah memfitnahnya. Doni Salmanan mengaku mengambil hikmah dari tudingan itu. "Mungkin ini teguran bagi saya agar tidak fokus kepada duniawi."

Di Twitter, upaya Doni Salmanan membuat video bantahan ini tak cukup ampuh membendung kecaman netizen. "Kasihan mereka kena tipu Indra Kenz/Doni Salmanan, judi berkedok trading," cuit @Thora****. "Kelar lu, kebuka kan," cuit @rich****.

Baca juga: Alasan Sederhana Doni Salmanan Donasikan Rp 1 Miliar ke Reza Arap

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


Berita terkait

Korea Utara Retas Rp 9 Triliun, Raib Bersama Anjloknya Kripto

7 jam lalu

Korea Utara Retas Rp 9 Triliun, Raib Bersama Anjloknya Kripto

Jatuhnya pasar cryptocurrency telah memusnahkan jutaan dolar dana yang dicuri oleh peretas Korea Utara sehingga mengancam sumber utama keuangan mereka

Baca Selengkapnya

Hari Ini, Bareskrim Limpahkan Tahap II Perkara Indra Kenz ke Kejari Tangsel

5 hari lalu

Hari Ini, Bareskrim Limpahkan Tahap II Perkara Indra Kenz ke Kejari Tangsel

Bareskrim Polri melimpahkan tahap II tersangka Indra Kenz dan barang bukti kasus penipuan investasi opsi biner (binary option) melalui aplikasi Binomo

Baca Selengkapnya

Kejagung Nyatakan Berkas Perkara Indra Kenz Sudah Lengkap

5 hari lalu

Kejagung Nyatakan Berkas Perkara Indra Kenz Sudah Lengkap

Kejaksaan Agung menyatakan berkas perkara tersangka kasus penipuan investasi opsi biner Indra Kenz telah lengkap dan siap untuk disidangkan.

Baca Selengkapnya

Harga Bitcoin Rebound ke Rp 291 Jutaan, Saatnya Buy the Dip?

9 hari lalu

Harga Bitcoin Rebound ke Rp 291 Jutaan, Saatnya Buy the Dip?

Harga Bitcoin hari ini terpantau rebound ke level US$ 19.620 per keping atau Rp 291 jutaan setelah dua hari sebelumnya jeblok ke level terendah.

Baca Selengkapnya

Bitcoin Anjlok hingga di Bawah Rp 274 Juta, Apa Saja Pemicunya?

10 hari lalu

Bitcoin Anjlok hingga di Bawah Rp 274 Juta, Apa Saja Pemicunya?

Harga Bitcoin jeblok hingga ke bawah level US$ 18.500 atau sekitar Rp 274 jutaan untuk pertama kalinya pada Sabtu,

Baca Selengkapnya

Faktor Ini Dinilai Penyebab Harga Bitcoin Turun Menjadi USD 19 Ribuan

10 hari lalu

Faktor Ini Dinilai Penyebab Harga Bitcoin Turun Menjadi USD 19 Ribuan

Bitcoin terperosok ke bawah US$20.000 untuk pertama kalinya sejak Desember 2020

Baca Selengkapnya

Elon Musk Digugat Rp 3.800 Triliun oleh Investor Dogecoin, Kenapa?

12 hari lalu

Elon Musk Digugat Rp 3.800 Triliun oleh Investor Dogecoin, Kenapa?

Investor Dogecoin menggugat Elon Musk karena dituding mempermainkan harga hingga melambung.

Baca Selengkapnya

Perkara Indra Kenz dan Doni Salmanan Masuk Tahap Penelitian Berkas di Kejagung

15 hari lalu

Perkara Indra Kenz dan Doni Salmanan Masuk Tahap Penelitian Berkas di Kejagung

Kasus Doni Salmanan dan Indra Kenz adalah dua dari sembilan kasus robot trading prioritas yang ditangani Kejaksaan Agung.

Baca Selengkapnya

Bitcoin Jatuh, Analis: Bisa Terseret ke Level Terendah di USD 19 Ribu

16 hari lalu

Bitcoin Jatuh, Analis: Bisa Terseret ke Level Terendah di USD 19 Ribu

Bitcoin jatuh ke level terendah dalam 18 bulan di perdagangan Asia pada Senin, 13 Juni 2022.

Baca Selengkapnya

Bitcoin Mulai Bangkit ke Rp 448 Jutaan, Bagaimana Proyeksinya ke Depan?

22 hari lalu

Bitcoin Mulai Bangkit ke Rp 448 Jutaan, Bagaimana Proyeksinya ke Depan?

Dalam sepekan terakhir harga Bitcoin terus menguat hingga melampaui level psikologis US$ 31.000 atau sekitar Rp 448 jutaan.

Baca Selengkapnya