Senin, 14 Oktober 2019

Kompetisi Seni Rupa BaCAA Segera Digelar, Catat Syaratnya

Reporter:

Anwar Siswadi (Kontributor)

Editor:

Susandijani

Sabtu, 23 Februari 2019 19:52 WIB

Karya mantan salah seorang pemenang BaCAA, Eddy Susanto berjudul Ide Menjaga Reputasi pada pameran berjudul Assemblage di Lawangwangi Creative Space Bandung 22 Februari-22 Maret 2019. (TEMPO/ANWAR SISWADI)

TEMPO.CO, Bandung - Artsociates kembali menghelat kompetisi seni rupa bertajuk Bandung Contemporary Art Award (BaCAA). Pada penyelenggaraan yang keenam kalinya ini, proses pengiriman karya dan seleksi akan dimulai sejak Februari hingga Juli 2019. “Penganugerahan BaCAA#6 dilaksanakan September 2019,” kata Manajer Lawangwangi Creative Space Bagus Nugroho, Sabtu, 23 Februari 2019.

Baca juga: Kunjungi Museum MACAN, Sri Mulyani Puji Karya Yayoi Kusama

Kompetisi itu telah digelar selama lima kali. Awalnya berjalan setahun sekali mulai 2010-2011, 2012, dan 2013. Selanjutnya kompetisi seni rupa itu dibuka dua tahun sekali sejak 2015 berlanjut 2017. Berhadiah utama Rp100 juta, pemenang lain mendapat kesempatan residensi seni di luar negeri.

Direktur Artsociates Andonowati berharap anugerah BaCAA bisa relevan dengan perkembangan seni rupa Indonesia dan dunia. Ia melihat kreativitas seniman yang tanpa batas. Ide abstrak, ekspresif, kritis, terkadang kontroversial, muncul dari para seniman muda dengan bentuk karya seni yang segar dan menggugah.

Harapan yang telah terwujud kata Andonowati, banyak partisipan BaCAA berhasil mengembangkan jenjang karirnya. “Terlihat dari partisipasi mereka pada pameran seni rupa penting, galeri tersohor, art fair skala nasional juga internasional,” ujarnya.

Juri BaCAA Asmudjo Jono Irianto mengatakan, persyaratan kompetisi tahun ini sama seperti sebelumnya. Diantaranya seperti peserta adalah seniman muda Indonesia secara individu atau kelompok yang aktif berkarya sebagai perupa. Usia maksimal seniman 40 tahun, dan punya pengalaman berpameran tunggal atau bersama dalam tiga tahun terakhir.

Adapun tema menurut Asmudjo tidak ada. “Ini tidak seperti kompetisi seni rupa lain yang membatasi kreativitas seniman dengan tema,” katanya. Kekaryaan yang terpilih adalah karya yang mempunyai ide, konsep atau deskripsi , produksi karya yang baik dan berkaitan sangat kuat antara konsep dan hasil akhir kekaryaannya.