Kronologi Penyiraman Air Keras Barry Saint Loco  

Minggu, 27 Oktober 2013 | 09:11 WIB

Kronologi Penyiraman Air Keras Barry Saint Loco  
Saint Loco menjukkan penampilannya di B&B Bite & Beer NEO Hotel Melawai, Jakarta, (29/8). Saint Loco akan mewakili Indonesia dalam Envol et Macadam Festival atau musik alternatif dunia yang berlangsung di kota Quebec, Kanada. TEMPO/Nurdiansah

TEMPO.CO, Jakarta - Vokalis Saint Loco, Barry, mengalami musibah seusai tampil di lapangan Rampal, Malang, Jawa Timur, Sabtu, 26 Oktober 2013. Ia disiram air keras saat berada di lobi Hotel Savana, Malang. Dihubungi Tempo, Minggu, 27 Oktober 2013, manajer Saint Loco mengungkapkan kronologi kejadian nahas tersebut.

"Kejadian ini berlangsung di lobi Hotel Savana, Malang, Sabtu, 26 Oktober, jam 11 malam. Saat ia melakukan sesi foto bersama fans di lobi hotel, muncullah seorang pria di antara kerumunan fans yang tiba-tiba menyiramkan air keras ke muka Barry," kata Ingga Jaya Purda, manajer Saint Loco.

"Melalui CCTV hotel, terungkap bahwa pelaku mengenakan sweater merah. Motifnya belum diketahui, namun indikasinya adalah penyerangan tunggal," ujar Ingga. "Ada seorang saksi yang mengungkapkan bahwa sebenarnya yang diincar pelaku adalah vokalis band SID, namun hal tersebut masih belum dipastikan kebenarannya."

Saat ini Barry masih dalam perawatan RS Saiful Anwar. Namun rencananya, siang nanti, Barry akan dibawa ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Pelaku yang sudah diketahui ciri-cirinya melalui CCTV hotel pun saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

ANINDYA LEGIA PUTRI






Topik terhangat: Sultan Mantu | Misteri Bunda Putri | Gatot Tersangka | Suap Akil Mochtar | Dinasti Banten






Berita terpopuler:
Datang ke UGM, Jokowi 'Dikerjain' Rektor
Daftar Tangan Kanan Adik Atut di Banten
NASA Temukan Cahaya Aneh di Samudera Atlantik
Soal SMS, Anas: Saya Yakin dari SBY
4 Kelebihan iOS Dibanding Android

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan