Close

Keluarga Justru Iba Rhoma Irama Nyapres  

Rabu, 14 November 2012 | 10:44 WIB

Keluarga Justru Iba Rhoma Irama Nyapres   
Ridho Rhoma. ANTARA/Zarqoni Maksum

TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga penyanyi dangdut Rhoma Irama merasa iba jika nantinya Rhoma benar-benar dicalonkan dalam pemilihan presiden pada Pemilu 2014. "Kami hanya merasa iba atas beban berat yang kerap disampaikan (oleh masyarakat) kepada beliau," kata Ridho Rhoma, anak Rhoma Irama, menanggapi wacana ayahnya yang diusulkan maju dalam Pemilu Presiden 2014 melalui surat elektronik kepada Tempo, Rabu, 14 November 2012 

Namun, kata Ridho, keluarga mendukung apa pun keputusan Rhoma jika memang dia menghendaki maju dalam Pemilu 2014. "Kami yakin tidak ada perbuatan tanpa imbalan. Jika itu perbuatan baik, pasti akan ada imbalan yang baik pula," ujarnya. Namun, Ridho sendiri belum siap jika harus didaulat sebagai tim sukses ayahnya.

Menurut Ridho, ayahnya memiliki karakter kepemimpinan di dalam keluarga yang kuat. Rhoma, kata dia, selalu berusaha berbuat adil dalam menyelesaikan masalah di keluarga. "Petunjuknya adalah agama kami," katanya.

Ridho akan selalu mendukung langkah ayahnya di panggung mana pun, baik di dunia politik, musik, ataupun dakwah. "Saya akan bahagia bila beliau dapat memberi manfaat di masyarakat," ujar Ridho.

Partai Persatuan Pembangunan tertarik dengan wacana pencalonan pendangdut legendaris Rhoma Irama sebagai presiden pada Pemilu 2014. Wacana itu muncul setelah pekan lalu sekelompok penggemar Rhoma Irama berkumpul di Bandara Juanda, Surabaya, untuk memberikan dukungan kepada idolanya agar maju sebagai calon presiden pada 2014.

SYAILENDRA

Berita lain:

''Rhoma Menolak Nyapres = Tentara Lari dari Perang'' 

PPP Jagokan Rhoma Jadi Capres, PKS ''Cuek'' 

PPP Dinilai Ingin ''Dompleng'' Popularitas Rhoma 

Rhoma Irama Butuh Modal Gede untuk Nyapres

Artis Dangdut Jawa Timur Dukung Rhoma Nyapres 2014  



 



 



 




Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan