Close

Ariel Bebas, Apa Kata Luna Maya dan Cut Tari  

Minggu, 22 Juli 2012 | 14:59 WIB

Ariel Bebas, Apa Kata Luna Maya dan Cut Tari  
Cut Tari, Ariel dan Luna Maya (Dok.Tempo / siezhien.wen.ru)

TEMPO.CO, Jakarta- Nama Cut Tari kembali dihubungkan perihal kebebasan Ariel Peterpan besok, Senin 23 Juli 2012. Sebab, tuntutan ke bekas presenter acara gosip itu kembali muncul sehubungan dengan kasus video porno yang belum tuntas.

Hal tersebut diungkapkan oleh Markas Besar Kepolisian RI yang menyatakan tetap melanjutkan penyidikan kasus video porno melibatkan artis Cut Tari dan Luna Maya dua tahun lalu. Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Agus Rianto mengatakan penyidik tengah merampungkan berkas perkara keduanya sebelum masuk ke penuntutan.

Cut Tari sendiri yang kini sudah kembali berkarier menjadi presenter tak peduli dengan berita tersebut. “Dia (Cut Tari) cuek saja, tuh,” kata Hotman Paris.

Menurut Hotman, jika Cut Tari merasa terganggu dan takut kembali dilibatkan masalah ini, dia pasti akan menghubungi dirinya. “Dia biasa aja, pasti akan telepon saya kalau ada apa-apa,” kata Hotman.

Mabes Polri, kata Hotman, hanya mencari sensasi mengeluarkan pernyataan tersebut. “Dia cuma mau nakut-nakutin orang saja, itu orang yang mau masuk TV,” kata Hotman.

Luna Maya sendiri sepertinya sedang berbahagia Ariel akan bebas. Meski dikabarkan dirinya sudah putus dari Ariel, tapi lewat akun Twitternya dia terlihat sedang tersenyum. “Happy Sunday,” kata Luna lewat @LunaMaya26.

Dalam wawancara dengan televisi, saat Luna diminta komentar tentang kebebasan Ariel dia hanya tersenyum. "Apalagi tak ada yang perlu dikomentari. Ariel pasti senang," katanya.

ALIA FATHIYAH

Berita Terkait:
Kata Hotman Paris Soal Cut Tari Dituntut Kembali
Hari Anak Nasional, FH UNS Pentaskan Seni Jalanan
Besok, Ariel Akan Bicara ke Media
Ini Konser Ariel 'Peterpan' Selama Dibu



 



 



 






 



 

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan