Close

Terapi Alternatif, Titik Puspa Terbebas dari Kanker Rahim  

Selasa, 19 Januari 2010 | 19:42 WIB

Terapi Alternatif, Titik Puspa Terbebas dari Kanker Rahim  
foto: Tempo/Nickmatulhuda

TEMPO Interaktif, Jakarta - Titiek Puspa terlihat selalu mengembangkan seyum. Sesekali ia terkekeh. Berkali-kali, ia memeluk dan mencium wanita separuh baya yang telah membuatnya haru.

titikDialah Linda Djalil, mantan wartawati Tempo dan Gatra. Ia menghadiahinya sebuah lagu, berjudul "Wanita". Kepada Titiek Puspa, Linda menyatakan, lagu tersebut langsung dibuat ketika ia mendengar kabar, pelantun ”Kupu-Kupu Malam” itu sakit. “Saya langsung berlari mencari piano,” kata Linda kepada Titik Puspa.

Sekilas orang tidak akan tahu, bahwa Titik Puspa tengah mengidap penyakit yang mematikan, yaitu kanker rahim. Awalnya, ia tidak percaya pada dokter yang memvonis dirinya telah mengidap kanker rahim stadium satu.

Semula, di pembukaaan November tahun lalu, ia merasa hanya tidak enak badan saja. Si pencipta lagu itu lalu pergi ke Rumah Sakit Pondok Indah. “Ternyata setelah saya memeriksakan ke dokter, saya di vonis menderita kanker,” begitu kata Titik Puspa kepada Tempo di Jalan Perdatam, Jakarta Selatan, Selasa, (19/20).

Vonis itu di sisi Titik Puspa bak geledek di siang bolong. Hingga memasuki umur ke 72 tahun, ia selalu berusaha menjalani hidup sehat. Ia menduga ada kesalahan diagnosa pada dirinya. “Saya lantas memeriksakan kesehatan saya di Rumah Sakit Rafles di Singapura pada 14 November. Ternyata dokter di sana malah memvonis kanker stadium dua,” tambah dia lagi.

Sejak itu, sampai 7 Januari 2010, Titik Puspa menjalani perawatan intensif. Selama dua bulan di sana, ia sudah 28 kali menjalani radio terapi. Namun kesehatannya tidak kunjung membaik. “Rasanya sangat menyakitkan,” ujar pemain film "Karminem".

Titik Puspa pun pasrah. Di usianya yang kian senja itu, ia merasa seakan hanya menunggu waktu saja. Kanker turut menggerogoti semangat hidupnya. “Ternyata, ketika saya sakit, saya baru tahu orang-orang begitu sayang sama saya. Saya pikir mereka cuma lalu lalang saja. Ternyata saya salah. Mereka masih menganggap saya ada,” ujar Puspa.

Ia jadi bersemangat kembali. Ia mengaku terharu karena mendapat dukungan yang tak terhitung jumlahnya. Berbagai pesan dan ucapan simpatik mengalir melalui surat, SMS, telepon, bunga, facebook. Bahkan, tidak sedikit orang yang membesuknya ketika ia dirawat di Singapura. “Mereka meminta saya harus bisa bangkit,” ujar Titik.

Sadar bahwa pengobatan di Singapura tidak membawa hasil, Titik Puspa memutuskan kembali ke Indonesia. Ia lantas berpaling pada pengobatan alternatif. Sejak 11 Januari, ia mengikuti saran dokter spiritual yang tidak mau ia sebutkan namanya itu untuk bermeditasi. “Saya disuruh duduk dan mengatur nafas. Saya harus melakukannya selama 13 hari berturut-turut. Setelah itu saya bisa melanjutkan meditasi di rumah,” kata Titik.

Hasilnya ajaib. Ia mengaku badannya jadi lebih segar. Bahkan, ketika ia memeriksakan kesehatannya, dokter menyatakan tidak melihat kembali adanya gumpalan di rahimnya. “Dokternya sendiri yang bilang begitu. Sekarang saya juga merasa sehat,” tutup Titik Puspa.

MUSTHOLIH

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan