Dituduh Suka Pamer Barang Mewah, Ini Jawaban Syahrini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Syahrini sering memposting foto bersama dengan mobil Lamborghini miliknya. Dalam foto tersebut, mobil mewah itu memiliki pelat nomor polisi B-1-SYR yang merupakan plat nomor mobil Mercy miliknya. Instagram.com/princessyahrini

    Syahrini sering memposting foto bersama dengan mobil Lamborghini miliknya. Dalam foto tersebut, mobil mewah itu memiliki pelat nomor polisi B-1-SYR yang merupakan plat nomor mobil Mercy miliknya. Instagram.com/princessyahrini

    TEMPO.CO, Jakarta - Biduan Syahrini selalu tampil glamor di muka umum. Barang-barang yang dikenakannya terlihat sangat mewah dan bermerek. Seorang wartawan tergelitik untuk menanyakan kenapa dara 33 tahun itu suka pamer kemewahan. Pertanyaan itu dilontarkan lewat akun Instagram milik Syahrini.

    Baca juga:

    Tiga Hal Ini  Bikin  Ketua DPR Setya Novanto Sulit Ditolong!
    Sidang Kasus Calo Freeport, Ada yang Gebrak Meja

    Pertanyaan itu mendapat langsung ditanggapi Syahrini. Dia membantah suka pamer barang mewah dan bermerek. Bahkan dia tidak pernah menyebut harga dan merek barang-barang yang dikenakan.

    "Ketika posting di Instagram barang apa pun yang saya pakai, saya tidak pernah berkomentar. Tidak pernah menyebutkan harga dan merek. Kalaupun ada merek yang saya sebut itu karena saya menjalin kerja sama dengan merek tersebut. Yang jelas saya 'dipergunakan' untuk mencetarkan produk tersebut," tulis Syahrini dalam akunnya.

    Menurut Syahrini, dia tidak mungkin mempromosikan barang-barang tertentu tanpa ikatan kerja sama dengan produsen. "Pasti ada kerja sama profesional dan dengan senang hati saya melakukannya. Apalagi produk luxury," katanya.

    TABLOIDBINTANG.COM

    Baca  juga:

    Penjara Dijaga Buaya: Kenapa Bandar Narkotik Tak Akan Takut?
    Beredar Rekaman Percakapan Calo Freeport, Jokowi Terseret?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.