Selasa, 20 November 2018

Fatin Deg-degan Main Film dengan Senior

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Fatin Shidqia Lubis saat mempromosikan album perdananya

    Penyanyi Fatin Shidqia Lubis saat mempromosikan album perdananya "Fatin For You" dalam roadshow di Makassar, (7/1). TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi muda Fatin Shidqia Lubis akan membuat gebrakan baru. Alih-alih di dunia tarik suara, kali ini Fatin akan menjadi pemeran utama di film Dreams.

    Sebagai pemula di dunia akting, gadis 18 tahun ini harus melakukan persiapan khusus. Tidak ingin mengecewakan sutradara Guntur Soeharjanto, Fatin kini sibuk membaca naskah dan mendalami karakter. "Aku tahu film ini beraktingnya harus total. Jadi aku harus banyak belajar," ujar Fatin saat ditemui di Resto Sere Manis, Jakarta Pusat, pada Kamis, 11 Juni 2015.

    Setelah membaca naskah, Fatin menyadari ada bagian-bagian yang menurutnya sulit. "Aku udah baca naskahnya. Yang paling sulit tuh pas adegan nangis," ucapnya.

    Selain itu, Fatin harus beradu akting dengan aktor andal sekelas Mathias Muchus dan Fauzi Baadila. "Agak deg-degan main sama senior. Mereka jago-jago," ujar penyanyi yang tenar lewat ajang pencarian bakat itu.

    Namun, aktor kawakan Mathias Muchus justru memberinya semangat. Karena Fatin sudah pernah bermain di film 99 Cahaya di Langit Eropa meski porsinya sedikit, Mathias Muchus yakin dia bisa menguasai karakternya. "Saya yakin kamu nggak akan asing dengan peranmu sendiri. Kamu hanya tinggal memahami hal-hal teknis dalam bermain film," kata Mathias Muchus menasihati Fatin.

    Film Dreams bercerita tentang pengalaman kehidupan Fatin sendiri yang berhasil meraih mimpi dengan menjuarai ajang pencarian bakat. Recananya, syuting akan dimulai pada pertengahan Juni hingga 20 hari ke depan dan akan tayang pada awal tahun depan.

    LUHUR PAMBUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.