Kamis, 15 November 2018

Atilah Soeryadjaya, Putri Keraton Go Internasional

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atilah Soeryadjaya. TEMPO/ Panca Syurkani

    Atilah Soeryadjaya. TEMPO/ Panca Syurkani

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Bandoro Raden Ayu Atilah Soeryadjaya, cucu Keraton Mangkunegaran VII, Solo, punya hajat penting. Istri pengusaha Edward Soeryadjaya ini mementaskan karya sendratari Matah Ati di Theater Hall, Esplanade, Singapura. "Bersyukur dan sukacita pastinya, kami mencoba go international," kata Atilah, semringah, beberapa waktu yang lalu, sebelum bertolak ke Negeri Singa.

    Memang, rencananya pementasan sendratari tersebut berlangsung mulai hari ini hingga besok. Pertunjukan ini akan menjadi penampilan perdananya di dunia (world premiere). "Pertunjukan yang sama dijadwalkan dipentaskan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Maret tahun depan, Hong Kong, dan kemudian Eropa," ujarnya, bahagia. 

    Atilah, yang juga pengusaha dan penari, berperan sebagai konseptor, penulis naskah, sutradara, dan produser. Dia mengemas Matah Ati dalam pertunjukan legenda, opera tradisional Jawa pada pertunjukan sendratari bernarasi kisah cinta luar biasa dalam seni tari tradisional warisan budaya Mangkunegara, Solo, Jawa Tengah. "Lakon ini mengisahkan perjalanan cinta dan perjuangan pemimpin prajurit perempuan bernama Rubiyah. Dia kemudian melahirkan garis keturunan Mangkunegaran karena dipersunting Raden Mas Said," katanya.

    Kisah nyata tentang pejuang perempuan ini pun menyelipkan persoalan kesetaraan gender. Kali ini Atilah memunculkan kisah yang sangat berbeda dari kisah-kisah tentang perempuan. "Selama ini perempuan hanya digambarkan sebagai konco wingking. Di sini sangat berbeda," kata Atilah, yang mengolah ide dan konsep itu selama dua tahun. Semoga sukses, Gusti Kanjeng! 

    HADRIANI P




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.